Sabtu, 11 Mei 2024

Heartbreak

 

                                                                           ( December, 19th 2022)

Senyumku mengembang sesaat melihat namamu terlihat online di beranda sosial mediaku. Sesaat aku ingin menyapamu sekedar mengetik kata ‘hai. Namun aku sadar, aku bukan siapa-siapa untukmu. Aku hanyalah seseorang yang pernah menaruh hati padamu bahkan hingga saat ini. Yang tanpa sadar duniaku dipenuhi olehmu. Kamu tidak menyadari bahkan mungkin kamu tidak pernah tau siapa aku. Kamu duniaku, bahagiamu itu bahagiaku dan sedihmu itu adalah milikku. Aku membuka lebar pintu hati hanya untukmu, meski aku tau di hatimu tak ada ruang untukku. Aku bahkan pernah meminta kepada Tuhan untuk menghadirkanmu di dalam mimpiku dan Tuhan pun menjawabnya. Malam itu tidak tau kenapa aku gelisah namun aku memaksakan kedua mataku untuk segera tidur. Tak berselang lama setelah aku tidur, aku memimpikan dirimu hadir. Dimana kita bertemu untuk pertama kalinya setelah kita lama tidak bertemu. Aku bahkan tidak menyadari itu dirimu karena dalam mimpi itu aku bertemu dengan teman baikmu dan posisinya aku memunggungimu. Namun sesaat teman baikmu mengatakan bahwa dirimu ada disana. Aku tidak bisa mengendalikan ekspresi bahagiaku namun sebisa mungkin aku berusaha bersikap layaknya teman. Engkau tersenyum sangat tulus kepadaku dan mengulurkan tangan yang selama ini aku harapkan dapat aku genggam. Aku menyambut uluran tanganmu dan kita saling berjabat tangan. Untuk saat ini izinkan aku menikmati moment langka ini. Izinkan aku untuk menggenggam tangan itu lebih lama. Izinkan aku hingga menjadi wanita paling bahgia di muka bumi ini.

Tidak bisakah ini menjadi nyata?

Apakah aku masih bisa berharap?

Bertemu dirimu walau hanya sesaat di dalam mimpi merupakan suatu kebahagiaan yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Terima kasih Tuhan walau hanya dalam mimpi namun aku sangat bahagia. Mimpi indah itu dipatahkan dengan kenyataan bahwa kamu sudah memiliki seseorang yang sudah kamu putuskan untuk menjadi pendampingmu. Beberapa kali aku melihat postinganmu bersama dengan dia, entah kenapa membuat hatiku sakit dan patah telalu dalam. Setelah itu aku putuskan tak akan lagi berangan menulis skenario bahagia denganmu. Izinkan aku berhenti untuk mengagumimu bahkan untuk menghapus segala rasa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Heart Speaks

                                                                              May, 8th 2024 Savella, nama pena yang kutanya iseng kepada sal...